Pesona Air Terjun Dalam Tanah Gua Cerme

Bentang alam karst yang terletak di kawasan selatan Yogyakarta menjadikan tempat ini menyimpan banyak gua baik gua vertikal (luweng) maupun gua horizontal. Gua-gua tersebut dihiasi dengan beragam ornamen alami yang indah seperti stalagtit dan stalagmit dalam berbagai bentuk yang tidak pernah bisa anda temukan di permukaan bumi.

Salah satu gua di Yogyakarta yang menyimpan kecantikan alami dan mudah untuk ditelusuri adalah Gua Cerme. Secara geografis gua ini terletak di dua wilayah. Mulut gua terletak di Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sedangkan pintu keluar gua masuk dalam kawasan Ploso, Giritirto, Panggang, Gunungkidul. Untuk menyusuri gua ini dari pintu masuk hingga pintu keluar wisatawan memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Gua Cerme memiliki panjang sekitar 1,5 km dan dialiri sungai bawah tanah. Ornamen di dalam gua terbilang cukup lengkap dan masih terawat dengan baik. Wisatawan yang menyusuri gua ini bisa menyaksikan aneka stalagtit dan stalagmit berbentuk sodastraw, flowstone, moonmilk, pilar hingga stalagtit berwarna putih cemerlang laksana kristal.

Selain ornamen gua yang indah, mendekati ujung perjalanan wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan air terjun yang sangat indah. Saat musim hujan, aliran air terjun ini sangat deras. Meskipun ukurannya mini, air terjun di dalam gua ini merupakan fenomena alam yang sangat menarik untuk diabadikan dalam gambar. Biasanya wisatawan akan berhenti di air terjun ini dan kembali ke mulut gua. Namun jika Anda seorang petualang sejati, Anda wajib melanjutkan perjalanan naik ke air terjun ini supaya bisa sampai di pitu keluar gua.

Tips Berwisata ke Gua Cerme

Bagi wisatwan yang ingin bertualang menyusuri Gua Cerme, berikut ada beberapa tips yang akan membuat petualangan kalian semakin asyik:

  • Kenakan kostum yang nyaman dan mudah kering. Sebisa mungkin gunakan celana panjang dengan bahan non jeans.
  • Berhubung medan yang dilalui adalah gua basah maka sebaiknya gunakan sepatu boot. Jika tidak ada sepatu boot wisatawan bisa menggunakan sepatu biasa asal tidak bertelanjang kaki.
  • Demi keamanan kenakanlah helm caving sebagai pelindung kepala.
  • Wisatawan yang membawa kamera disarankan untuk membawa kanebo dan drybag sebab air yang mengalir dan menetes dari stalagtit bisa membasahi kamera Anda.
  • Jangan lupa membawa senter sebagai alat penerang.