Candi Pawon

Candi Pawon terletak tepat di sumbu garis yang menghubungkan Candi Mendut dan Candi Borobudur. Candi ini berbentuk persegi empat dengan atap bertingkat. Didalamnya terdapatt sebuah bilik yang cukup kecil, lebih kecil dari bilik yang dimiliki oleh candi Mendut. Candi Pawon terletak cukup tersembunyi yaitu di tengah pemukiman penduduk.

Candi Pawon ini tersusun dari bebatuan vulkanik yang bergaya bangunan Hindu Jawa Kuno dan India. Candi ini mempunyai corak dan relief hias yang hampir sama dengan candi Mendut dan candi Borobudur karena Candi ini dibangun kemungkinan pada abad yang sama seperti yang tertulis pada prasasti Kayumwungan atau prasasti Karangtengah yang bertanggal 26 Mei 824 Masehi.

Asal usul mengenai perihal penamaan candi ini, terdapat banyak penafsiran yang berhubungan dengan asal usulnya. Menurut J.G de Casparis menafsirkan nama Pawon berasal dari bahasa Jawa yang berarti “ Awu”=abu, mendapat awalan “pa” dan akhiran “an” yang menujukkan tempat. Dalam bahasa jawa berarti dapur. Sedangkan Casparis mengartikan “perabuan”. Penduduk setempat menyebutkan Candi Pawon dengan nama “ Bajranalan”. Kata ini berasal dari bahasa sansekerta “ Vajra” ( hallintar) dan “anala” ( api ). Dalam mitologi India, Dewa Indra di gambarkan bersenjatakan Vajranala. Sehingga menurut penelitian tempat ini pada zaman dahulu digunakan untuk menyimpan senjata Dewa Indra yaitu Vajranala.

Pada tahun 1903 candi ini pernah dipugar dan selesai pada tahun 1904. Banyak terdapat relief pada bagian luar candi ini yang berupa pohon kalpataru atau hayati yang diapit oleh sebuah pundi-pundi dan kinara-kinari. Kinari merupakan makhluk yang berbentuk setengah manusia dan setengah burung yang berujud berkepala manusia dan berbadan seekor burung. Menurut penelitian, relief yang terdapat pada candi Pawon merupakan permulaan relief dari candi Borobudur. Bila anda memasuki bilik candi, anda tidak akan menemukan apapun, bilik ini memang kosong dan tidak ada satu relief pun menghiasi di dalamnya.

Ada pendapat atau versi lain mengenai candi ini yang mengartikan pawon berasal dari pawuan yang berarti tempat pembakaran atau pembuangan sampah. Adanya api untuk proses pembakaran bila dua kata tersebut diartikan lebih jauh. Melihat struktur candi yang mempunyai 6 lubang angin, besar kemungkinan digunakan untuk jalan keluar asap karena adanya proses pembakaran dalam candi. Dapat juga ditarik kesimpulan mungkinkah Candi Pawon ini dulunya untuk tempat kremasi seorang raja atau digunakan untuk membakar peralatan sisa-sisa ritual keagamaan, atau dipakai untuk beristirahat para peziarah sebelum menuju Borobudur.

Lokasi

Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Akses

Candi Pawon letaknya berdekatan sekitar 2 km dari Candi Borobudur, berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Cara termudah untuk mencapai tempat ini dengan menggunakan mobil atau motor

Harga Tiket

Harga tiket untuk memasuki Candi ini sebesar Rp.1.800,- per orang ( Mei 2014 )

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di tempat ini hanya berupa tempat parkir, toilet dan beberapa warung makan yang dikelola oleh penduduk setempat.