7 Goa Indah di Jogjakarta

Jogjakarta memiliki banyak goa yang indah dan mempesona. Goa-goa tersebut saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat sebagai daya tarik pariwisata. Berikut goa-goa yang populer di Yogyakarta:

  1. Goa Pindul

Goa Pindul dengan cave tubing-nya telah menyihir para wisatawan baik dari dalam maupun luar Yogyakarta dengan pesonanya. Disini wisatawan dapat menikmati sensasi berenang di lorong goa yang panjang.  Cave tubing sangat mudah dilakukan karena aliran sungai bawah tanah tersebut sangat tenang sehingga sangat nyaman berlama-lama. Saat mulai memasuki mulut Goa Pindul sesekali mendengar kepakan sayap kelelawar yang menghuni goa tesebut. Berbagai ukuran stalagmit dan stalagmit ikut menghiasi dalam goa. Terdapat sebuah stalagmit dan stalagtit yang sudah menyatu yang berukuran cukup besar yang menghalangi aliran air. Ukuran pilar tersebut sampai 5 orang rentangan orang dewasa.

  1. Goa Jomblang

Goa ini terletak di kawasan pegunungan karts yang ada di Gunungkidul. Goa ini merupakan salah satu goa dari sekitar 500 goa yang ada di wilayah pegunungan tersebut. Gua Jomblang mempunyai mulut goa vertikal dengan jarak antara bibir goa dengan dasarnya bervariasi. Paling dalam sekitar 80 meter. Untuk menuruninya diibutuhkan kemampuan melakukan Single Rope Technique (SRT) untuk memasuki gua ini. SRT merupakan teknik yang baku digunakan untuk menuruni gua vertikal dengan memakai satu tali sebagai lintasan yang dipakai untuk jalan menaiki dan menuruni tempat yang vertikal.

  1. Goa Seplawan

Jika berencana berwisata ke Yogyakarta dan mencari alternatif tempat wisata yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, maka datanglah di wisata alam pegunungan menoreh tepatnya di kawasan wisata Goa Seplawan di Desa Donorejo. Berada di ketinggian sekitar 900an mdpl menjadikan tempat ini begitu sejuk. Untuk Selusur goa seplawan bisa dilakukan oleh siapa saja karena sangat aman dan mudah tanpa peralatan khusus. Di dalam goa sudah tersedia lampu penerangan yang menerangi sepanjang jalur wisata goa seplawan.  Untuk menuju mulut goa harus melewati jalan paving yang melingkar dan menurun. Untuk menuju goa pengunjung harus menuruni tangga yang tersedia. Berada di mulut goa anda sudah merasakan keajaiban alam berupa stalaktit dan stalakmit yang beraneka ragam nan indah.

  1. Goa Cerme

Salah satu gua di Yogyakarta yang menyimpan kecantikan alami dan mudah untuk ditelusuri adalah Gua Cerme.Secara geografis gua ini terletak di dua wilayah. Mulut gua terletak di Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sedangkan pintu keluar gua masuk dalam kawasan Ploso, Giritirto, Panggang, Gunungkidul. Untuk menyusuri gua ini dari pintu masuk hingga pintu keluar wisatawan memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Gua Cerme memiliki panjang sekitar 1,5 km dan dialiri sungai bawah tanah. Ornamen di dalam gua terbilang cukup lengkap dan masih terawat dengan baik. Wisatawan yang menyusuri gua ini bisa menyaksikan aneka stalagtit dan stalagmit berbentuk sodastraw, flowstone, moonmilk, pilar hingga stalagtit berwarna putih cemerlang laksana kristal.

  1. Goa Rancang Kencono

Gua rancang Kencono merupakan salah satu goa yang terdapat di Gunungkidul . Daerah ini banyak  gua-gua yang tersembunyi didalam perut bumi yang banyak menawarkan panorama yang luar biasa.  Gua Rancang Kencono mempunyai keistimewaan  berupa  ruangan lapang seluas 20m x 20m yang berketinggian 12 meter yang sering digunakan untuk acara – acara sarasehan, camping dan lain-lain. Ruangan tersebut tidak terlalu gelap karena sinar matahari masih bisa memasuki tempat ini. Gua Rancang Kencono ini tidak banyak mempunyai ornamen, hanya beberapa stalagtit yang menggantung di langit goa ini yang menjadikan gua ini justru memudahakan para pengunjung untuk melakukan aktivitas di tempat ini.

  1. Goa Kali Suci

Kalisuci merupakan tempat terbaik untuk menjajal aktivitas cavetubing. Arus sungai yang deras lengkap dengan jeram akan menjadikan petualangan Anda semakin menarik. Sebelum memulai pengarungan, Anda wajib mengenakan peralatan standar seperti jaket pelampung, helm, serta pelindung kaki. Menggunakan ban dalam, wisatawan akan diajak untuk mengarungi sungai yang mengalir di dalam gua. Istimewanya, di Kalisuci tidak hanya melewati satu gua, melainkan dua gua yang gulita. Satu-satunya penerang hanyalah cahaya yang berasal dari headlamp.

  1. Goa Selarong

Goa Selarong merupakan tempat persembunyian Pangeran Diponogoro. Di goa ini terdapat dua goa utama yaitu goa Kakung dan goa Putri. Goa Kakung menjadi kediaman Pangeran Diponegoro. Sedangkan goa Puteri digunakan sebagai tempat tinggal Raden Ayu Ratnaningsih. Beliau adalah selir pangeran yang paling setia setelah kedua istrinya meninggal dunia. Pangeran Diponegoro mengobarkan semangat perjuangan rakyat pribumi dengan semboyannya: sadumuk bathuk sanyari bumi dikahi tekan pati. Artinya, sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati.