Pantai Parangkusumo

Keindahan Pantai Parangkusumo bisa dikatakan setara dengan Pantai Parangtritis karana mempunyai banyak kesamaan dan juga perbedaan. Keistimewaan yang menjadikan pantai ini ramai dikunjungi adalah karena adanya mitos yang berkembang sejak zaman legenda tersebut dimulai. Mitos yang hidup di kalangan masyarakat Yogyakarta dan Jawa pada umumnya yaitu tentang sosok Ratu Pantai Selatan yang membantu kekuasaan raja-raja Mataram, sejak jaman Penembahan Senopati sampai saat ini.

Legenda itu menjadikan Pantai Parangkusumo banyak dipakai untuk tempat diselenggarakan berbagai acara ritual warisan nenek moyang yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta sendiri ataupun oleh kelompok masyarakat ataupun secara individu, mulai dari tirakatan, semedi, upacara Melesti, Labuhan dan Labuhan Ageng yang sekarang menjadi obyek wisata tersendiri. Oleh karena itu pengunjung di Pantai Parangkusumo ini lebih banyak pada hari-hari tertentu yang diyakini hari yang baik menurut penanggalan Jawa untuk melakukan ritual.

Berkunjung ke obyek wisata Pantai Parangkusumo ini akan sangat menarik bila bertepatan dengan berlangsungnya acara upacara ritual Labuhan atau Melasti dan ketika waktu liburan saat pengunjung tumpah ruah bermain dan beraktivitas di tepian pantai Parangkusumo ini. Selain saat tersebut diatas, ada moment yang sangat menarik dapat disaksikan para pengunjung yaitu waktu sunset tiba yang merupakan waktu terbaik menikmati panorama saat matahari terbenam di balik cakrawala Pantai Parangkusumo.

Di areal Pantai Parangkusumo terdapat sebuah bangunan yang diberi nama Cepuri. Tempat ini digunakan untuk memanjatkan doa sebelum acara labuhan dari pihak keraton Yogyakarta dimulai. Didalam Cepuri tersebut ada 2 buah batu yang diyakini konon sebagai tempat duduk panembahan senopati dan ratu kidul yang kemudian batu tersebut dinamakan batu cinta.

Mengapa di sebut batu cinta, karena di tempat tersebut pertemuan antara raja mataram pertama yaitu panembahan senopati dengan ratu kidul penguasa pantai selatan yang mengikat perjanjian yang berawal dari permintaan sang senopati untuk membantu dirinya menjadi penguasa mataram. Permintaan tersebut disetujui sang ratu dengan syarat sang senopati dan seluruh keturunanya mau menjadi suami dari sang ratu dan syarat tersebut disetujui sang senopati dengan syarat dalam hubungan tersebut tidak menghasilkan keturunan.

Oleh karena perjanjian tersebut Keraton Yogyakarta yang merupakan pecahan kerajaan mataram mempunyai hubungan khusus dengan penguasa laut selatan yang akhirnya muncul acara ritual labuhan di pantai Parangkusumo ini oleh Keraton Yogyakarta.

Pantai Parangkusumo pada bagian depan sebelah kiri area utama terdapat tumbuhan sejenis pakis atau palm menambah keindahan suasana Pantai Parangkusumo yang tampak asri dan hijau. Jalanan untuk mengakses di area ini cukup lebar terbuat dari paving block yang sekaligus dapat menghubungkan dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok yang letaknya memang bersebelahan. Ditepi jalan tersebut akan terlihat pemandangan yang sangat menarik karena terdapat deretan pohon cemara yang rimbun dan tertata rapi.

Lokasi

Pantai Parangkusumo merupakan obyek wisata pantai yang terletak di Kabupaten Bantul, berjarak sekitar 30 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Pantai ini berdampingan dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Tidak terdapat pembatas yang jelas bila kita lihat dari bibir pantainya. Hanya dibagian tepi daratnya terdapat bangunan yang berbeda. Pantai ini secara administratif berada di desa yang sama dengan Pantai Parangtritis, yaitu Desa Parangtritis, Kretek, Bantul Yogyakarta.

Akses

Akses ke Pantai Parangkusumo ini bisa dengan kendaraan pribadi roda 2 ataupun 4 dengan rute Jalan Parangtritis yaitu dari Pojok Beteng Wetan lurus ke Selatan. Atau dengan kendaraan umum dari Terminal Giwangan menggunakan bus jurusan Jogja-Parangtritis dan turun ke sub terminal Parangtritis dengan biaya sekitar Rp. 15.000,-

Harga Tiket

Berhubung pantai ini masih satu kawasan dengan pantai Parangtritis maka retribusi masuk ke pantai ini tidak ada karena sudah termasuk retribusi saat masuk ke pantai Parangtritis. Biaya yang akan anda keluarkan sebatas parkir kendaraan dimana anda akan menaruh kendaraan anda tersebut.

Tiket masuk Rp. 3.000,- per orang

  • Tarif masuk motor Rp.1.000,-
  • Tarif masuk mobil Rp.5.000,-
  • Tarif parkir motor Rp. 2.000,-
  • Tarif parkir mobil Rp. 5.000,-
  • Tarif sewa ATV Rp. 50.000,- per 15 menit
  • Tarif sewa kereta kuda Rp. 20.000,- per 1 kali putaran

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di tempat ini terbilang cukup lengkap antara lain : penginapan atau losmen, toilet umum, masjid, rumah makan dan beberapa kios yang menjual bebagai macam souvenir maupun pakaian. Fasilitas lainnya dipantai ini terdapat menara pengawas dan tim SAR yang selalu berjaga di pantai untuk memberi peringatan bila ada pengunjung yang berenang terlau ketengah.

Saat ditepi pantai sambil menikmati keindahan ombak yang bergulung-gulung, anda juga bisa menyewa kereta kuda dengan tarif sekitar Rp.20.000, sekali keliling pantai Parangkusumo.