Candi Borobudur, Monumen Budha Termegah di Dunia

Candi Borobudur merupakan candi yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra dan merupakan monumen Budha termegah di dunia. Karena kemegahan dan keagungannya, candi yang dibangun pada abad ke-8 ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world heritage).

Hampir semua wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta mengincar Borobudur sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Begitu pula halnya bagi wisatawan domestik. Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke Yogyakarta namun tidak mampir ke candi megah yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini.

Candi Borobudur memang layak dikunjungi oleh siapapun karena candi ini merupakan Candi Budha termegah di dunia dan menjadi bukti kejayaan nenek moyang bangsa Indonesia di masa lampau. Bayangkan saja, di jaman serba manual tanpa bantuan komputer dan tanpa alat canggih apa pun nenek moyang kita mampu membangun monumen raksasa dari batu kali dan semuanya tersusun rapi dengan sistem interlock (saling mengunci satu sama lain). Belum lagi kehebatan para senimannya yang mampu memahat 2672 panel relief secara berkesinambungan. Konon jika panel relief tersebut disusun secara berjajar akan memiliki panjang 6 kilometer. Wow!

Wisatawan yang mengunjungi Borobudur bisa berjalan kaki mengitari candi ini secara pradaksina (berputar searah jarum jam) seperti yang dilakukan para peziarah zaman dulu. Dari tingkat pertama berjalan ke kiri kemudian baru naik ke tingkat selanjutnya, begitu terus hingga mencapai puncak. Jika jeli, wisatawan akan menemukan banyak relief yang menarik.

Selain menikmati kemegahan cadi, di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur juga terdapat banyak hal menarik yang bisa dikunjungi atau dicoba. Bagi pecinta museum, wisatawan dapat mengunjungi Museum Karmawibangga dan Museum Kapal Samudraraksa secara gratis. Wisatawan juga bisa menaiki gajah tunggang, kereta kelinci, maupun sepeda tandem untuk mengelilingi kompleks Borobudur.

Menikmati Sunrise dan Sunset Borobudur

Menikmati indahnya Candi Borobudur terasa kurang lengkap jika hanya dengan berjalan kaki mengitari lorong-lorong candi dan naik hingga tingkat teratas. Hal yang harus wisatawan coba adalah menikmati sunrise atau sunset di atas candi. Duduk bersandar di dinding batu yang penuh dengan relief sambil menikmati sinar mentari yang perlahan muncul dari balik gunung dan menerpa bangunan candi akan membuat pagi semakin sempurna. Atau bisa juga menunggu mentari yang mulai lindap di cakrawala dari puncak candi dan menyaksikan perubahan warna mega. Semua hal ini akan memberikan pengalaman yang sangat berkesan.

Berhubung momen sunrise dan sunset sudah di luar jam buka Candi Borobudur, maka wisatawan yang ingin menyaksikan matahari terbit dan tenggelam dari atas candi harus membeli tiket khusus di Hotel Manohara yang terletak satu kompleks dengan candi. Tiket sunrise maupun sunset borobudur sebesar Rp 380.000 (wisatawan asing), Rp 250.000 (wisatawan domestik), dan Rp 230.000 bagi wisatawan yang menginap di Hotel Manohara. Untuk reservasi bisa menghubungi nomor (0293) 788131, 788680.

Tips Mengunjungi Borobudur

  • Lokasi Borobudur yang sangat luas dan harus ditempuh dengan berjalan kaki akan membuat wisatawan mudah lelah. Karena itu bagi wisatawan disarankan untuk memakai alas kaki yang nyaman berupa sandal atau flat shoes. Jangan kenakan high heels atau wegdes supaya kaki Anda tidak menderita.
  • Bawalah payung atau topi sebagai pelindung diri dari teriknya sinar mentari.
  • Waktu terbaik untuk mengunjungi Borobudur adalah di pagi hari saat Borobudur baru buka atau sore hari. Selain matahari tidak terlalu menyengat, pada jam-jam tersebut kondisi Borobudur tidak terlalu ramai sehingga wisatawan bisa mengambil gambar dengan puas.